Jodoh dan Penciptaan manusia


Pada proses penciptaan manusia tadi. Tentu kita sudah tahu, bahwa proses penciptaan manusia pertama kali diawali oleh bercampurnya sel sperma dari ayah dengan sel ovum/telur dari ibu. Proses sederhananya, sperma/air mani itu nanti akan menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging, kemudian segumpal daging itu berubah menjadi susunan tulang belula…ng, dan tulang belulang itu selanjutnya dibungkus dengan daging. Janin itu sendiri, berada dalam tiga sekat (kegelapan) di dalam rahim ibu, yaitu paling luar ada perut ibu, rahim, dan terakhir selaput yang membungkus janin di dalam rahim.

“…. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (Az-Zumar:6)

Beragam hormon juga turut berperan aktif pada saat janin ini mulai tumbuh dalam perut ibu, seperti hormon Progesteron dan Esterogen yang berperan langsung dalam menyangga plasenta pada rahim, serta merangsang pertumbuhan susu pada ASI, selain hormon Prolaktin yang memang khusus bertugas pada pembentukan ASI. HCG (Human Chorionic Gonadotropin), yang merupakan hormon khas kehamilan, karena hanya ditemukan pada darah dan urin ibu hamil. Hormon ini pula yang difungsikan untuk mengecek kehamilan dengan alat pregnancy tester, karena terdapat, salah satunya pada urin. Hormon Relaksin yang akan sangat berperan pada proses kelahiran nanti. Serta hormon Oksitosin yang berperan penting mengalirkan ASI ketika masa menyusui tiba.

Dalam proses pembentukan janin itu, awal mulanya adalah 2 buah sel yang sangat kecil. Sel ovum hanya sebesar debu, dan sel sperma lebih kecil lagi ukurannya. Dari dua buah sel yang sangat kecil itulah nantinya akan lahir seorang jabang bayi yang siapa tahu ketika dewasa nanti menjadi sosok berpengaruh yang mampu mengguncangkan dunia.

Dua buah sel yang sangat kecil itu pada awalnya sama sekali belum pernah bertemu, apalagi saling mengenal. Namun dengan kuasa-Nya, Allah menjadikan dua buah sel itu layaknya pasangan yang telah bertahun-tahun saling mengenal dan memahami, sehingga mampu tumbuh dan berubah ujud menjadi seorang manusia yang begitu sempurna. Mungkin inilah jodoh. Maha Suci Allah, awal mula yang hanya dua buah sel kecil mampu berkembang menjadi berjuta-juta kali lipat setelahnya.

Tak lain karena atas Kuasa-Nya semata hal ini mampu terjadi. Sungguh jodoh terbesar pun tidak perlu pacaran.

Ibaratkan saja pertemuan sel sperma dan sel telur dalam rahim ibu itu sebagai sebuah proses pernikahan. Banyak orang menganggap dua orang yang akan menuju jenjang pernikahan harus tahu seluk beluk pasangannya, luar dalam dengan mendetail. Padahal jodoh manusia sudah ditetapkan, bahkan sebelum ia lahir. Kalau pun kita menginginkan jodoh yang baik akhlak dan agamanya, bercerminlah kepada diri sendiri. Hal ini seperti yang tertuang dalam firman Allah:

”…. Perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)” (An-Nur:26)

Jadi kalau kita menginginkan jodoh yang baik pribadinya, tengoklah pada diri sendiri. Muhasabah diri, bagaimana tilawah kita, bagaimana salat kita, bagaimana qiyamullail kita dan bagaimana pula akhlak kita.

Proses mengenal, mungkin inilah yang dijadikan alasan mengapa banyak orang terutama remaja yang menganggap bahwa pacaran merupakan awalan sebelum proses pernikahan berlangsung. Padahal seperti yang tertulis di atas, sebenarnya jodoh tiap-tiap manusia sudah tersedia dan kita hanya perlu menunggu untuk dipertemukan di waktu yang baik dan dalam keadaan baik. Bukan dengan ‘mencari-cari’, hingga terlena untuk pacaran. Kalaupun ingin berikhtiar mendapatkan jodoh yang baik, mulailah dengan memperbaiki diri sendiri hingga menjadi pribadi yang shalih dan shalihah, dan insya Allah jodoh kita pun nantinya tidak akan beda jauh dengan kita. Seperti apa yang di firmankan dalam surat An-Nur:26 tadi.

Tidak perlu lah kita tahu sangat mendalam dari calon suami/istri kita sedetail-detailnya. Cukup sewajarnya untuk memantapkan hati dan menumbuhkan rasa cinta dalam diri. Karena itu, proses mengenal pasangan atau ta’aruf yang tidak begitu lama, dan tentu sesuai dengan koridor syar’I tampaknya sudah cukup, dan selanjutnya berpasrahlah kepada Allah atas pilihan yang kita pilih. Bahkan dalam buku Fiqih Nikah karya Ustadz Sarwat Lc, disebutkan bahwa cukuplah kita mengetahui satu kebaikan yang dimiliki oleh calon pasangan kita yang membuat kita ingin menikahinya.

Ketika proses pernikahan dimulai dengan kebaikan, bukan tidak mungkin jejak sang dua sel kecil yang menjelma menjadi bentuk manusia yang sangat sempurna, dapat kita ikuti dan dapat menjadi pengayom. Bukan mustahil seandainya nanti anak yang akan lahir dari pernikahan yang baik, akan menjelma menjadi seorang sosok layaknya Imam Syafi’i, Imam Bukhari, atau ulama-ulama besar lainnya. Bukan tidak mungkin ketika di akhirat nanti kita akan terperangah bahagia mendapat mahkota yang terbuat dari cahaya, karena anak yang kita miliki menjadi seorang ahli Qur’an. Hal-hal hebat itu semua sangat mungkin terjadi padahal hanya diawali oleh sedikit rasa cinta pada masing-masing karena proses mengenal yang tak begitu lama, ibarat dua buah sel kecil yang mampu terwujud menjadi manusia sempurna. Maha Suci Allah.

Tentang ritokurniawan

Sebuah doktrin sejati bagi semua Mujahidin Indonesia yang mencintai negara ini, lebih dari apapun di dunia ini. "Disini kami di lahirkan dan disini kami menumpahkan darah, meregang nyawa berbelitan merah putih di jasad kami. Jiwa raga kami demi kemanusiaan." Hak cipta tulisan ini adalah milik Allah SWT semata. Karena Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah. Saya hanya menyampaikan apa yang kami miliki. Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. " ibarat tasbih & benang pengikatnya" terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya" Silahkan Copy Paste Sendiri Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir
Pos ini dipublikasikan di Catatan Ku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s