Belajar Dari Kesalahan


Bagi orang yang memiliki jiwa sehat (bersih), sekecil apapun kesalahan akan membuatnya tidak merasa tenang. Ia merasa tidak nyaman dan terus dihantui rasa bersalah, terlebih ketika seseorang yang disalahinya tidak juga mau memaafkan. Ia merasakan betapa tidak enaknya dibenci seseorang dan betapa tidak nyamannya di kejar rasa bersalah. Bahkan meminta maaf kepada orang yang kita telah bersalah kepadanya terkadang bukanlah pekerjaan mudah.

Berapa banyak orang yang tidak mengakui kesalahannya, ia lebih siap untuk menanggung beban pikiran seumur hidupnya dari pada meminta maaf. Akan tetapi, sekalipun telah dimintai maafnya, terkadang persoalannya belum selesai sampai disitu. Karena itu, sebaiknya jangan melakukan kesalahan agar jiwa tetap dalam ketenangan yang abadi.

 

Perbuatan dosa atau kesalahan yang dilakukan seseorang akan tetap meninggalkan kesan tidak baik didalam jiwanya, selama perbuatan itu tidak mendapat penyelesaian dengan pengampunan atau pemaafan. Karena itu, untuk memudahkan jiwa agar tidak menderita, janganlah lakukan kesalahan. Sebab tidak melakukan itu lebih baik dari pada meminta maaf. Dan dengan tidak melakukan kesalahan, jiwa menjadi tenang.

 

Belajar dari kesalahan itulah, kemudian ia mencoba untuk intropeksi kedalam dirinya dan menemukan satu titik kesadaran tentang pentingnya arti sebuah kebenaran. Betapa memang hidup terasa indah tanpa kesalahan. Dan lihatlah betapa kesalahan membuat hidup terasa sempit, dunia seakan terjepit dan membuat kebebasan kita semakin terhimpit.

Tentang ritokurniawan

Sebuah doktrin sejati bagi semua Mujahidin Indonesia yang mencintai negara ini, lebih dari apapun di dunia ini. "Disini kami di lahirkan dan disini kami menumpahkan darah, meregang nyawa berbelitan merah putih di jasad kami. Jiwa raga kami demi kemanusiaan." Hak cipta tulisan ini adalah milik Allah SWT semata. Karena Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah. Saya hanya menyampaikan apa yang kami miliki. Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. " ibarat tasbih & benang pengikatnya" terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya" Silahkan Copy Paste Sendiri Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir
Pos ini dipublikasikan di Renungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s