#***…… Renungkanlah …..***#


Surat Ini Ku Tujukan Untuk Diriku dan Diri Saudara-Saudariku
hidup ini hanyalah sebuah perjalanan
yang akhirnya akan sampai pada tujuan
ibarat air yang mengalir
ia akan sampai pada muaranya
ibarat matahari yang terbit di ufuk timur
ia akan tenggelam di ufuk barat
begitulah
tiap tiap yang bernyawa pasti akan mati
sekalipun ia bersembunyi di balik lubang semut yang kecil
beruntunglah
siapapun yang selalu ingat akan dekat dengan ajal kematian
apalagi
membuatnya semakin ingat akan noda dan nista dirinya

Karena itu wahai saudaraku
rasanya tak ada yang dapat disombongkan di dunia ini
keangkuhan hanyalah bukti dari kebinasaan
seindah apapun wajah yang dimiliki
suatu hari akan berkerut
sekaya apapun harta yang dipunyai
suatu saat tiada berguna
dan setinggi apapun pangkat dan jabatan yang disandang
suatu hari nanti pasti akan berakhir dengan keji

Saudaraku
renungilah detik detik hidup ini
bertafakur atas kekurangan dan kelemahan diri
bila kita lahir terbungkus ari ari
lalu berbungkus baju
suatu hari nanti akan berbungkus kain kafan
bila dahulu wajah ini indah menawan
lalu pudar dan keriput
mata begitu tajam
lalu mulai rabun
rambut begitu hitam
kini mulai memutih
tubuh yang kuat dan perkasa
sekarang mulai melemah dan sakit sakitan
semua itu hanyalah renungan
atas kekurangan dan kelemahan diri
betapa
hidup ini hanya sebentar
dan maut dapat menjemput setiap waktu
tanpa ada yang tau
mudah mudahan Allah mengucapkan hidayahNya
di hati kita
amin….

Tentang ritokurniawan

Sebuah doktrin sejati bagi semua Mujahidin Indonesia yang mencintai negara ini, lebih dari apapun di dunia ini. "Disini kami di lahirkan dan disini kami menumpahkan darah, meregang nyawa berbelitan merah putih di jasad kami. Jiwa raga kami demi kemanusiaan." Hak cipta tulisan ini adalah milik Allah SWT semata. Karena Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah. Saya hanya menyampaikan apa yang kami miliki. Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. " ibarat tasbih & benang pengikatnya" terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya" Silahkan Copy Paste Sendiri Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir
Pos ini dipublikasikan di Catatan Ku, Renungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s