Hikmah Hidup Sederhana dan Rendah Hati


Hikmah Hidup Sederhana dan Rendah Hati

// Jadilah seorang insan yang rendah hati

Jadilah seorang insan yang rendah hati

Bismillahirrahmanirrahim,

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (QS. Asy-Syuaraa` : 215)

Kesederhanaan dan kerendahan hati seseorang sesungguhnya tidak akan menjadikan kesengsaraan dan kehinaan baginya. Bahkan, kesederhanaan dan kerendahan hati justru akan menjadikannya sebagai manusia yang bermartabat, dihormati dan dihargai orang lain.

Diantara hikmah kesederhanaan dan kerendahan hati adalah :

Pertama,
Dengannya, maka mereka akan menggapai ketinggian dan kemuliaan. Islam selalu mengajarkan umatnya untuk mengalah tapi bukan untuk kalah, merendahkan hati tapi bukan kehinaan tetapi justru dengan itu manusia menggapai kemuliaan.

Kedua,
Kesederhanaan dan kerendahan hati ini dapat melahirkan rasa keadilan, kasih sayang dan kecintaan terhadap sesama. Dengan kerendahan hati, maka akan mendidik seorang insan untuk bersikap adil kepada Rabb-Nya, dirinya, keluarganya dan tentunya masyarakat sekitar. Ia juga mampu melahirkan sensitifitas dan kepedulian terhadap sesama. Sifat ini seolah membisikkan kepada manusia bahwa belum ada kelebihan seorang hamba bila mereka tidak mampu berbuat yang terbaik dan berkontribusi kepada sesamanya.

“Nilai sebuah kehidupan tergantung sejauh mana manusia mampu berkontribusi untuk orang lain.”

Tentang ritokurniawan

Sebuah doktrin sejati bagi semua Mujahidin Indonesia yang mencintai negara ini, lebih dari apapun di dunia ini. "Disini kami di lahirkan dan disini kami menumpahkan darah, meregang nyawa berbelitan merah putih di jasad kami. Jiwa raga kami demi kemanusiaan." Hak cipta tulisan ini adalah milik Allah SWT semata. Karena Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah. Saya hanya menyampaikan apa yang kami miliki. Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. " ibarat tasbih & benang pengikatnya" terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya" Silahkan Copy Paste Sendiri Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir
Pos ini dipublikasikan di Catatan Ku, Renungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s