” Untukmu Seluruh Nafas Ini “


” Untukmu Seluruh Nafas Ini

Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita

Saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

… Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Kita telah lewati rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku

Di saatku tertatih
Tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini

Dan ini yang terakhir aku menyakitimu
Ini yang terakhir aku meninggalkanmu
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi

Ini yang terakhir dan ini yang terakhir
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi……

Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini, untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini

Advertisements

About ritokurniawan

Sebuah doktrin sejati bagi semua Mujahidin Indonesia yang mencintai negara ini, lebih dari apapun di dunia ini. "Disini kami di lahirkan dan disini kami menumpahkan darah, meregang nyawa berbelitan merah putih di jasad kami. Jiwa raga kami demi kemanusiaan." Hak cipta tulisan ini adalah milik Allah SWT semata. Karena Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah. Saya hanya menyampaikan apa yang kami miliki. Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. " ibarat tasbih & benang pengikatnya" terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya" Silahkan Copy Paste Sendiri Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir
This entry was posted in Catatan Ku, Mengapa Aku Pilih Islam Sebagai Agamaku, Renungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s