Wakil Presiden Indonesia “Boediono” Meminta Masjid Untuk Tidak Mengumandangkan Adzan dengan Pengeras Suara / Toa


JAKARTA (Arrahmah.com) – Menanggapi himbauan wakil presiden kepada Dewan masjid Indonesia, agar seluruh Masjid mengaturn suara adzan agar tidak keras dan terdengar sayup-sayup, Ustadz irfan S Awwas menilai tindakan Wapres Boediono sebagai aksi cari gara-gara dengan umat Islam.

“Boediono itu mencari masalah namanya, berinteraksi dengan azan itu harus, karena mengingatkan pentingnya Ibadah” Kata Ketua Lajnah Tanfiziyah MMI ini kepada arrahmah.com, Jakarta, Rabu (2/5).

Menurut Ustadz, Irfan seharusnya Wapres mengatur suara-suara kemaksiatan yang merusak moral masyarakat, bukannya suara azan.

“Dia berani gak tuh bersikap begitu kepada musik dangdut, dan suara-suara yang merusak agama, atau Cafe-cafe yang menghabiskan listrik.” Tukasnya.

Ia pun merasa heran dengan tindakan Wapres, yang tiba-tiba mengurusi persoalan adzan, tetapi tidak mengurus persoalan lebih besar yang merusak moral bangsa.

“Mengapa Wakil presiden mengurusi ibadah, bukannya mengurusi maksiat? Ini aneh namanya” Lontar ustadz Irfan.

Apa yang dilakukan Wapres, menurutnya, adalah bentuk dukungan Wapres kepada kemaksiatan dibanding kepada Ibadah itu sendiri.

“Ini namanya Wapres condong kepada kemunkaran dari pada condong ke Ibadah.Dia lebih memilih bersahabat dengan kemunkaran daripada bersahabat dengan Ibadah” pungkas Ustadz Irfan. (bilal/arrahmah.com)

Tentang ritokurniawan

Sebuah doktrin sejati bagi semua Mujahidin Indonesia yang mencintai negara ini, lebih dari apapun di dunia ini. "Disini kami di lahirkan dan disini kami menumpahkan darah, meregang nyawa berbelitan merah putih di jasad kami. Jiwa raga kami demi kemanusiaan." Hak cipta tulisan ini adalah milik Allah SWT semata. Karena Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah. Saya hanya menyampaikan apa yang kami miliki. Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. " ibarat tasbih & benang pengikatnya" terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya" Silahkan Copy Paste Sendiri Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir
Pos ini dipublikasikan di Catatan Ku, Renungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s