Jika Ini Hari Terakhirku


“Jika Ini Hari Terakhirku..”

Belajar Mengkafankan mayat

Jika ini hari terakhirku..
Apa yang akan kutinggalkan kepada keluargaku?

 Cicilan motor, tv, hp, atau malah rumah?

Jika ini hari terakhirku..
Apa yang akan kutinggalkan kepada sahabatku?
Janji pergi bersamanya yang kini tak kan pernah kutepati?
SMS canda atau malah SMS marahku padanya?

 Jika ini hari terakhirku..
Apa yang akan kutinggalkan kepada anak-anak?
Niat tuk mengajari mereka sholat, mengaji, dan meneguhkan akidahnya agar tetap menyembah Allah, tetapi belum kulaksanakan?

Jika ini hari terakhirku…
Apa yang akan kutinggalkan kepada diriku sendiri?
Sholat yang tak pernah khusyu…,
puasa yang hanya menahan lapar…,
sedekah yang hanya sisa….
atau bahkan nilai mata uang terkecil yang ada di dompet
kalau ngak ada dipilih mata uang yang paling kusam di dompet ?

Ya Allah,
Tiada Tuhan selain Engkau
Kau ciptakan aku,
dan akulah hamba-Mu,
Aku berada di atas janji-Mu, semampuku.
Aku mohon perlindungan dari buruknya perbuatanku,
Aku akui banyaknya nikmat-Mu,
dan aku mengakui dosa-dosaku,
Maka ampunilah aku,
Karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa
Melainkan Engkau..

Ber-istighfar atas segala kesalahan dan kelalaian kita terhadap keluarga maupun para sahabat..
memohon maaf pada mereka selagi kita masih sanggup..
serta mendoakan mereka agar Allah berkenan memberikan jalan keluar terbaik atas beban yg mereka harus pikul akibat kesalahan / kelalaian kita..

Mohon maaf atas segala kesalahan baik lahir maupun batin….

Tentang ritokurniawan

Sebuah doktrin sejati bagi semua Mujahidin Indonesia yang mencintai negara ini, lebih dari apapun di dunia ini. "Disini kami di lahirkan dan disini kami menumpahkan darah, meregang nyawa berbelitan merah putih di jasad kami. Jiwa raga kami demi kemanusiaan." Hak cipta tulisan ini adalah milik Allah SWT semata. Karena Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah. Saya hanya menyampaikan apa yang kami miliki. Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. " ibarat tasbih & benang pengikatnya" terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya" Silahkan Copy Paste Sendiri Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir
Pos ini dipublikasikan di Catatan Ku, La Tahzan " Jangan Besedih ", Pelajaran Agama Islam, Renungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s