Tips Sehat Selama Puasa Ramadhan


Bulan Ramadhan telah tiba, di mana seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, menahan lapar dan haus selama kurang lebih 12 jam, selama sebulan penuh. Walaupun begitu, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tentu jika dijalankan dengan cara yang sehat pula.

Berpuasa di siang hari tidak lantas menjadikan tubuh menjadi lesu. Pola makan yang berubah selama Bulan Puasa harus disiasati dengan benar agar tubuh tetap sehat dan bugar dalam menjalankan aktifitas di siang hari. Terlebih lagi, setelah melewati Ramadhan, selain menjadi lebih dekat kepada Allah, kita juga menjadi individu yang lebih sehat daripada sebelumnya.

Berikut adalah beberapa tips sehat selama Bulan Puasa Ramadhan:

1. Atur waktu anda untuk menyantap sahur di akhir waktu. Selain berguna untuk menunjang puasa anda di siang hari, makan sahur di akhir waktu lebih diutamakan berdasarkan sunnah Rasul.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata :

تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاةِ ، قَالَ : قُلْتُ : كَمْ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ ؟ قَالَ : قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةٍ

“Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu melaksanakan shalat. Anas berkata, Aku bertanya kepada Zaid: “Berapa jarak antara adzan dan sahur ?”. Dia menjawab : ‘seperti lama membaca 50 ayat’” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Makanlah dengan porsi normal, jangan berlebihan. Fokuslah untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks dan protein, serta buah dan sayuran. Menyantap makanan yang mengandung banyak air selama sahur juga sangat baik untuk hidrasi tubuh anda sepanjang hari.
3. Akhiri santap sahur dengan segelas susu untuk melengkapi nutrisi tubuh anda. Minumlah suplemen ataupun multivitamin yang biasa anda konsumsi ataupun yang disarankan oleh dokter anda.
4. Batasi konsumsi makanan yang terlalu manis dan mengandung banyak gula, karena justru dapat membuat tubuh lemas di siang hari.
5. Minum air yang cukup. Sebelum waktu imsak tiba, minumlah air yang cukup, tiga hingga lima gelas. Sebaiknya hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik dan membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui urinasi.
6. Di waktu terpanas di siang hari, hindari berlama-lama di terik matahari dan kurangi aktifitas fisik.
7. Jika ada waktu, sempatkan untuk mengistirahatkan tubuh anda, dan mengganti waktu tidur yang kurang karena bangun lebih awal untuk sahur. Waktu setelah sholat zuhur merupakan saat yang tepat untuk beristirahat.
8. Jika memiliki waktu luang di sore hari, sempatkan untuk berolahraga ringan seperti jalan sore, bersepeda santai, ataupun yoga. Hal ini sangat baik untuk menjaga kebubagaran tubuh dan memperlancar peredaran darah.
9. manfaat-kurma
Kurma kering, baik untuk berbuka.Saat waktu buka puasa tiba, jangan makan dengan berlebihan. Sebaiknya ikuti sunnah, yaitu dengan buah kurma dan minuman yang manis: bisa dengan susu, jus buah, atauapun sekedar air. Minumlah cukup air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

Baca juga: Manfaat kurma untuk berbuka puasa

10. Setelah magrib, lanjutkan dengan menyantap hidangan utama, dengan menu yang seimbang. Makanlah sesuai dengan porsi anda yang biasa, tidak perlu berlebihan. Cukupkan dengan karbohidrat, protein, serta sayuran dan buah-buahan.
11. Hindari makan gorengan berlebihan, serta batasi makanan yang pedas, agar perut tidak menjadi mules dan mengganggu pencernaan tubuh anda.
12. Cukupi asupan air tubuh anda AIR
Institute of Medicine mengungkapkan bahwa kebutuhan asupan air orang dewasa pria antara 3 liter atau setara dengan 13 gelas (cangkir), sedangkan untuk wanita dewasa antara 2.2 liter setara dengan 9 gelas (cangkir) setiap harinya. . Usahakan untuk meminum setidaknya 5 gelas air putih sebelum tidur.

Dengan menjalankan tips-tips sehat di atas, semoga puasa kita semua menjadi lebih lancar, hikmat, dan juga sehat. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Posted in Catatan Ku | Leave a comment

17 Tempat Ngabuburit di Jakarta yang Asik Buat Nunggu Bedug


 

17 Tempat Ngabuburit di Jakarta yang Asik Buat Nunggu Bedug

Bagi orang yang berpuasa, ngabuburit adalah suatu kegiatan saat menunggu buka puasa yang diisi dengan berburu ta’jil dan menu buka puasa serta menghabiskan waktu dengan teman-teman.

Nah, selain berburu ta’jil, ini dia lho tempat ngabuburit di Jakarta yang asik dan seru.

Jajanan pasar Bendungan Hilir

bendhil

Image: aktual.com

Kalau ngomongin tempat ngabuburit di Jakarta, pasti yang muncul di benakmu pertama kali adalah pusat jajanan Bendungan Hilir. Emang sih, setiap menjelang berbuka, pasar Bendhil selalu bikin macet akibat padatnya tenda-tenda tempat jualan dan antrian orang-orang pencari ta’jil. Tapi, kalau kamu mau ngabuburit Ramadhan yang seru, berburu ta’jil di Pasar Bendhil lah yang paling asyik!

Jalan-jalan di Sabang

sabang

Image: jakartaforum.co.id

Meskipun nggak selengkap di Pasar Bendhil, tapi setiap bulan Ramadhan dan menjelang buka puasa, sepanjang jalan Sabang dipenuhi dengan berbagai macam makanan santapan berbuka. Buat kamu sepulang kantor yang terpaksa harus berbuka di jalan, cemal-cemil lucu di Sabang juga bisa jadi rekomendasi tuh. Soalnya, Sabang salah satu tempat nongkrong di Jakarta yang jadi favorit anak muda. Jadi nggak bakalan susah deh cari tempat buka puasa.

Berburu Ta’Jil di Masjid Istiqlal

masjid istiqlalImage: news.detik.com

Selain berburu ta’jil di Sabang, tempat ngabuburit di Jakarta selanjutnya adalah Masjid Istiqlal. Selain kamu bisa berburu ta’jil yang menyegarkan, terpaksa berbuka puasa di jalan bukan lagi hal yang menyedihkan karena kamu bisa berbuka bersama dengan ratusan umat Islam lainnya di mesjid tersebut. Menjelang buka puasa, kamu bisa sambil jalan-jalan di sekitaran Masjid Istiqlal buat kamu yang belum pernah masuk ke dalam masjid ini.

Pasar Santa

Screen Shot 2017-05-10 at 4.10.39 pmImage: anakjajan.com

Butuh tempat ngabuburit di Jakarta yang hits bareng temen-temen? Coba aja ke Pasar Santa untuk membunuh waktu sambil menunggu buka puasa. Di Pasar Santa, kamu bisa dapetin berbagai camilan berbuka yang lucu-lucu dan lagi hits banget. Saking serunya ngabuburit Ramadhan di salah satu tempat hangout di Jakarta ini, kamu bakalan lupa kalau udah laper deh.

Monumen Nasional

monasImage: jalansanasini.com

Selain berburu ta’jil, kegiatan seru untuk menunggu buka puasa lainnya adalah menghabiskan waktu di taman kota. Salah satu taman kota favorit untuk jadi tempat ngabuburit di Jakarta adalah Monumen Nasional. Menjelang buka puasa, di sekitaran Monas pasti ramai dengan para penjual makanan dan juga orang-orang yang lagi berbuka di jalan. Sambil menunggu buka puasa, biar nggak bosan, kamu bisa hunting foto atau naik ke bagian tertinggi Monas buat menikmati pemandangan kota deh.

Lari di Gelora Bung Karno

Screen Shot 2017-05-10 at 4.11.54 pmImage: fikomug2012.wordpress.com

Bulan Ramadhan bukan berarti kamu harus berhenti berolahraga lho. Lari-lari kecil bisa jadi kegiatan yang menyenangkan untuk ngabuburit. Nah, biar nggak sendirian, kamu bisa lari di GBK bersama dengan banyak orang lainnya. Tapi, pastiin kondisi kamu tetap fit biar nggak drop setelah olahraga.

Kawasan Kota Tua

kota tua 2Image: padangschebovenlanden01.blogspot.co.id

Tempat ngabuburit di Jakarta yang asik dan selalu ramai selanjutnya adalah Kawasan Kota Tua. Kalau kamu mau cari suasana baru di luar berbuka di dalam mal, kamu bisa mencoba berbagai kafe yang ada di Kota Tua untuk jadi resto berbuka puasa bersama dengan orang-orang terkasih. Sambil menunggu buka puasa, di Kota Tua pun kamu juga bisa menikmati berbagai tempat-tempat bersejarahnya.

Museum Fatahillah

kota tuaImage: jelaja.com

Kalau kamu ngabuburit di Kota Tua, jangan lupa untuk mampir ke Museum Fatahillah. Kapan lagi kamu bisa ngabuburit berkualitas sambil mengunjungi museum Jakarta? Lihat-lihat koleksi di dalam Museum Fatahillah ini bisa jadi rekomendasi yang tepat untuk menunggu buka puasa.

Museum Nasional atau Museum Gajah

museum gajahImage: pegipegi.com

Selain ke Museum Fatahillah, kamu juga bisa ngabuburit di Museum Gajah atau Museum Fatahillah lho. Museum Gajah ini terletak di dekat Monumen Nasional dengan desain yang antik dan minimalis bisa jadi tempat untuk bersantai sambil mengintip sejarah Indonesia terdahulu.

Taman Menteng

taman mentengImage: jakartakita.com

Bersantai di taman juga jadi hal yang menarik dilakukan untuk menunggu buka puasa. Di Taman Menteng, kamu bisa duduk-duduk santai menghirup udara segar sambil menikmati anak-anak muda yang lagi bermain futsal atau basket.

Taman Suropati

taman suropatiImage: backpackerjakarta.com

Selain Taman Menteng, tempat asik di Jakarta yang cocok buat jadi tempat ngabuburit di Jakarta adalah Taman Suropati. Biasanya, menjelang buka puasa atau menjelang sore hari, Taman Suropati udah dipadati dengan para musisi yang lagi berlatih bersama. Nah, kamu bisa memanfaatkan momen ini untuk menikmati alunan musik yang diberikan oleh para musisi tersebut.

Berburu makanan di Masjid Sunda Kelapa

sunda kepalaImagedream.co.id

Kalau udah puas ngabuburit di Taman Suropati, menjelang buka puasa, kamu bisa berburu ta’jil dan menu berbuka puasa di Masjid Sunda Kelapa. Buat kamu para pecinta kuliner, pasti udah nggak asing deh sama yang namanya berburu jajanan di Sunda Kelapa.

Taman Ismail Marzuki

timImage: ikimedia.org

Nah, buat kamu yang anaknya nyeni banget, tempat ngabuburit di Jakarta yang satu ini bisa jadi pilihan yang tepat buatmu soalnya di Taman Ismail Marzuki ini biasanya suka banyak para seniman yang nongkrong atau bahkan mengadakan acara. Jadi, nggak ada lagi yang namanya bosen saat ngabuburit karena kamu nggak bakalan nganggur kalau menunggu buka puasa di Taman Ismail Marzuki.

Pantai Ancol

Pantai di AncolImage: kompas.com

Pantai Ancol adalah salah satu tempat ngabuburit di Jakarta yang super asik dan memberikan pengalaman yang berbeda untukmu. Kalau biasanya ngabuburit artinya berburu ta’jil, di Ancol, arti ngabuburit adalah menikmati matahari terbenam sambil melihat anak-anak kecil yang lagi berenang. Nggak perlu khawatir, untuk buka puasa, di Ancol pun juga ada banyak restoran yang bisa jadi tempat buka puasa yang nyaman untukmu.

Taman Situlembang

taman situlembangImage: ulinulin.com

Kalau kamu merasa Taman Menteng terlalu ramai untuk jadi tempat ngabuburit di Jakarta, kamu bisa melipir ke Taman Situlembang. Taman Situlembang terletak dekat dengan Taman Menteng. Namun, karena lokasinya yang agak terpojok dan susah parkir, alhasil Taman Situlembang ini kurang populer dibandingkan Taman Menteng. Tapi, buat kamu yang cari tempat ngabuburit di Jakarta yang sepi dan tenang, Taman Situlembang ini lah jawabannya.

 

Hangout di Masjid Cut Meutia

cut meudiaImage: sahabatpemula.blogspot.co.id

Tempat ngabuburit di Jakarta bukan cuma untuk berburu jajanan, lho. Di Mesjid Cut Meutia, selain bisa berburu ta’jil, kamu juga bisa nongkrong cantik karena di Cut Meutia biasanya sering diadakan acara-acara seru dan menarik untuk menunggu buka puasa.

Mall

central parkImage: amazing-indonesia.com

Yang terakhir ini sih emang favorit setiap orang. Ngabuburit sambil berburu promo bulan Ramadan di mal tuh emang jadi kegiatan yang paling bikin semangat dan lupa sama laper karena liat angka-angka diskon yang menggoda. Tapi sayangnya, kalau kamu ngabuburit di mal, kamu harus terima resiko nggak dapat tempat duduk di restoran kalau kamu nggak reservasi sebelumnya. Soalnya, mal jadi tempat favorit semua orang untuk berbuka puasa bersama.

Buat kamu yang nggak kebagian tempat buka puasa di mal, tenang aja, biasanya di mal-mal besar kayak Mall Kelapa Gading dan Central Park yang punya taman itu juga menyediakan booth jajanan untuk berbuka puasa yang bisa kamu manfaatkan.

Yuk persiapkan diri menyambut bulan Ramadan!

Posted in Catatan Ku | Leave a comment

8 seri Windows yang rawan serangan ransomware


Windows

JAKARTA. Program jahat jenis ransomware bernama WannaCry menyerang dengan memanfaatkan celah keamanan di sistem operasi Windows buatan Microsoft.

Ransomware tersebut tergolong berbahaya dan telah menyebar dengan begitu cepat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran ini terjadi dari satu komputer ke komputer lain melalui koneksi internet.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari halaman Microsoft Technet, Minggu (14/5), WannaCry berpotensi menyerang Windows lawas hingga yang terbaru.

Microsoft sendiri sudah merilis penangkal sekaligus daftar Windows yang rawan diserang WannaCry. Total ada delapan seri Windows dan 29 edisi yang dinyatakan rawan.

Seri tersebut adalah Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 7, Windows Server 2008 R2, Windows 8.1, Windows Server 2012, Windows 10, Windows Server 2012 R2, Windows Server 2016.

Mengingat begitu luasnya dampak serangan WannaCry, Microsoft tak segan-segan merilis penangkal untuk sistem operasi lawas, yakni Windows XP, Windows 8 dan Windows Server 2003.

Penangkal untuk sistem operasi lawas ini dimuat dalam pembaruan keamanan edisi Maret 2017. Pembaruan ini mestinya telah dikirimkan ke komputer yang mengatur agar Windows Update berjalan otomatis.

Ransoware WannaCry masuk ke dalam sistem Windows dengan memanfaatkan kelemahan di protokol Server Message Block (SMB) milik Windows. SMB tersebut merupakan salah satu fitur yang memungkinkan sesama komputer saling berbagi data.

Kelompok keamanan cyber Talon mengatakan bahwa awal mulai penyebaran ransomware WannaCry ini adalah e-mail berisi informasi palsu (pishing). Informasi ini misalnya menyamar dalam bentuk notifikasi transfer dari bank.

Pengguna bisa mencegah terjadinya infeksi WannaCry dengan cara lebih berhati-hati dalam membuka e-mail, terutama yang tidak jelas asal-usul maupun isinya. Cara lainnya adalah dengan mengaktifkan Windows Defender atau produk antivirus lain.

 

Posted in Catatan Ku | Leave a comment

Penulisan Bilyet Giro berlaku Mulai April 2017


Masih Bingung bagai mana Penulisan Bilyet Giro berlaku Mulai April 2017

Peraturan Bilyet Giro 2017 1

Peraturan Bilyet Giro 2017

Panduan penulisan Bilyet Giro dan tanya jawab Lengkap berdasarkan :

Peraturan Bank Indonesia No. 18/41/PBI tentang Bilyet Giro & Surat Edaran Bank Indonesia No. 18/32/DPSP tanggal 29 November 2016 perihal Bilyet Giro bisa di download di sini :

Bilyet Giro 1 (2)(1)

Bilyet Giro 2

4 FAQ Ketentuan Bilyet Giro

Semoga tulisan ini bisa membantu sahabat semua.

 

Posted in Catatan Ku | Leave a comment

Cara Penulisan Bilyet Giro 2017


Masih Bingung dengan penulisan Bilyet Giro sesuai Peraturan Bank Indonesia No. 18/41/PBI tentang Bilyet Giro dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 18/32/DPSP tanggal 29 November 2016 perihal Bilyet Giro

Peraturan ini Berlaku 1 April 2017

Posted in Catatan Ku | Leave a comment

Hisab dan Rukyat


Hisab dan rukyat

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.

Perlu diketahui bahwa dalam kalender Hijriyah, sebuah hari diawali sejak terbenamnya matahari waktu setempat, bukan saat tengah malam. Sementara penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan (visibilitas) bulan. Karena itu, satu bulan kalender Hijriyah dapat berumur 29 atau 30 hari.

Hisab

‘Hisab secara harfiah ‘perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah. Hal ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat muslim mulai berpuasa, awal Syawal (Idul Fithri), serta awal Dzulhijjah saat jamaah haji wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Dalam Al-Qur’an surat Yunus (10) ayat 5 dikatakan bahwa Allah memang sengaja menjadikan Matahari dan bulan sebagai alat menghitung tahun dan perhitungan lainnya. Juga dalam Surat Ar-Rahman (55) ayat 5 disebutkan bahwa Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.

Karena ibadah-ibadah dalam Islam terkait langsung dengan posisi benda-benda langit (khususnya Matahari dan bulan) maka sejak awal peradaban Islam menaruh perhatian besar terhadap astronomi. Astronom muslim ternama yang telah mengembangkan metode hisab modern adalah Al Biruni (9731048 M), Ibnu Tariq, Al Khawarizmi, Al Batani, dan Habash.

Dewasa ini, metode hisab telah menggunakan komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Berbagai perangkat lunak (software) yang praktis juga telah ada. Hisab seringkali digunakan sebelum rukyat dilakukan. Salah satu hasil hisab adalah penentuan kapan ijtimak terjadi, yaitu saat Matahari, bulan, dan bumi berada dalam posisi sebidang atau disebut pula konjungsi geosentris. Konjungsi geosentris terjadi pada saat matahari dan bulan berada di posisi bujur langit yang sama jika diamati dari bumi. Ijtimak terjadi 29,531 hari sekali, atau disebut pula satu periode sinodik.

Rukyat

Salah satu contoh hasil pengamatan kedudukan hilal

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah terjadinya ijtimak. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.

Aktivitas rukyat dilakukan pada saat menjelang terbenamnya Matahari pertama kali setelah ijtimak (pada waktu ini, posisi Bulan berada di ufuk barat, dan Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari). Apabila hilal terlihat, maka pada petang (Maghrib) waktu setempat telah memasuki tanggal 1.

Namun, tidak selamanya hilal dapat terlihat. Jika selang waktu antara ijtimak dengan terbenamnya Matahari terlalu pendek, maka secara ilmiah/teori hilal mustahil terlihat, karena iluminasi cahaya Bulan masih terlalu suram dibandingkan dengan “cahaya langit” sekitarnya. Kriteria Danjon (1932, 1936) menyebutkan bahwa hilal dapat terlihat tanpa alat bantu jika minimal jarak sudut (arc of light) antara Bulan-Matahari sebesar 7 derajat. [1]

Dewasa ini rukyat juga dilakukan dengan menggunakan peralatan canggih seperti teleskop yang dilengkapi CCD Imaging. namun tentunya perlu dilihat lagi bagaimana penerapan kedua ilmu tersebut

Kriteria Penentuan Awal Bulan Kalender Hijriyah

Penentuan awal bulan menjadi sangat signifikan untuk bulan-bulan yang berkaitan dengan ibadah dalam agama Islam, seperti bulan Ramadhan (yakni umat Islam menjalankan puasa ramadan sebulan penuh), Syawal (yakni umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri), serta Dzulhijjah (dimana terdapat tanggal yang berkaitan dengan ibadah Haji dan Hari Raya Idul Adha).

Sebagian umat Islam berpendapat bahwa untuk menentukan awal bulan, adalah harus dengan benar-benar melakukan pengamatan hilal secara langsung. Sebagian yang lain berpendapat bahwa penentuan awal bulan cukup dengan melakukan hisab (perhitungan matematis/astronomis), tanpa harus benar-benar mengamati hilal. Keduanya mengklaim memiliki dasar yang kuat.

Berikut adalah beberapa kriteria yang digunakan sebagai penentuan awal bulan pada Kalender Hijriyah, khususnya di Indonesia:

Rukyatul Hilal

Rukyatul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan merukyat (mengamati) hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

Kriteria ini berpegangan pada Hadits Nabi Muhammad:

Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal) menjadi 30 hari”.

Kriteria ini di Indonesia digunakan oleh Nahdlatul Ulama (NU), dengan dalih mencontoh sunnah Rasulullah dan para sahabatnya dan mengikut ijtihad para ulama empat mazhab. Bagaimanapun, hisab tetap digunakan, meskipun hanya sebagai alat bantu dan bukan sebagai penentu masuknya awal bulan Hijriyah.

Wujudul Hilal

Wujudul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan menggunakan dua prinsip: Ijtimak (konjungsi) telah terjadi sebelum Matahari terbenam (ijtima’ qablal ghurub), dan Bulan terbenam setelah Matahari terbenam (moonset after sunset); maka pada petang hari tersebut dinyatakan sebagai awal bulan (kalender) Hijriyah, tanpa melihat berapapun sudut ketinggian (altitude) Bulan saat Matahari terbenam.

Kriteria ini di Indonesia digunakan oleh Muhammadiyah dan Persis dalam penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha untuk tahun-tahun yang akan datang. Akan tetapi mulai tahun 2000 PERSIS sudah tidak menggunakan kriteria wujudul-hilal lagi, tetapi menggunakan metode Imkanur-rukyat. Hisab Wujudul Hilal bukan untuk menentukan atau memperkirakan hilal mungkin dilihat atau tidak. Tetapi Hisab Wujudul Hilal dapat dijadikan dasar penetapan awal bulan Hijriyah sekaligus bulan (kalender) baru sudah masuk atau belum, dasar yang digunakan adalah perintah Al-Qur’an pada QS. Yunus: 5, QS. Al Isra’: 12, QS. Al An-am: 96, dan QS. Ar Rahman: 5, serta penafsiran astronomis atas QS. Yasin: 36-40.

Imkanur Rukyat MABIMS

Imkanur Rukyat adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah yang ditetapkan berdasarkan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), dan dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan Hijriyah pada Kalender Resmi Pemerintah, dengan prinsip:

Awal bulan (kalender) Hijriyah terjadi jika:

  • Pada saat Matahari terbenam, ketinggian (altitude) Bulan di atas cakrawala minimum 2°, dan sudut elongasi (jarak lengkung) Bulan-Matahari minimum 3°, atau
  • Pada saat bulan terbenam, usia Bulan minimum 8 jam, dihitung sejak ijtimak.

Secara bahasa, Imkanur Rukyat adalah mempertimbangkan kemungkinan terlihatnya hilal. Secara praktis, Imkanur Rukyat dimaksudkan untuk menjembatani metode rukyat dan metode hisab.Terdapat 3 kemungkinan kondisi.

  • Ketinggian hilal kurang dari 0 derajat. Dipastikan hilal tidak dapat dilihat sehingga malam itu belum masuk bulan baru. Metode rukyat dan hisab sepakat dalam kondisi ini.
  • Ketinggian hilal lebih dari 2 derajat. Kemungkinan besar hilal dapat dilihat pada ketinggian ini. Pelaksanaan rukyat kemungkinan besar akan mengkonfirmasi terlihatnya hilal. Sehingga awal bulan baru telah masuk malam itu. Metode rukyat dan hisab sepakat dalam kondisi ini.
  • Ketinggian hilal antara 0 sampai 2 derajat. Kemungkinan besar hilal tidak dapat dilihat secara rukyat. Tetapi secara metode hisab hilal sudah di atas cakrawala. Jika ternyata hilal berhasil dilihat ketika rukyat maka awal bulan telah masuk malam itu. Metode rukyat dan hisab sepakat dalam kondisi ini. Tetapi jika rukyat tidak berhasil melihat hilal maka metode rukyat menggenapkan bulan menjadi 30 hari sehingga malam itu belum masuk awal bulan baru. Dalam kondisi ini rukyat dan hisab mengambil kesimpulan yang berbeda.

Meski demikian ada juga yang berpikir bahwa pada ketinggian kurang dari 2 derajat hilal tidak mungkin dapat dilihat. Sehingga dipastikan ada perbedaan penetapan awal bulan pada kondisi ini.Hal ini terjadi pada penetapan 1 Syawal 1432 H / 2011 M.

Di Indonesia, secara tradisi pada petang hari pertama sejak terjadinya ijtimak (yakni setiap tanggal 29 pada bulan berjalan), Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Hisab Rukyat (BHR) melakukan kegiatan rukyat (pengamatan visibilitas hilal), dan dilanjutkan dengan Sidang Itsbat, yang memutuskan apakah pada malam tersebut telah memasuki bulan (kalender) baru, atau menggenapkan bulan berjalan menjadi 30 hari. Prinsip Imkanur-Rukyat digunakan antara lain oleh Persis

Di samping metode Imkanur Rukyat di atas, juga terdapat kriteria lainnya yang serupa, dengan besaran sudut/angka minimum yang berbeda.

Rukyat Global

Rukyat Global adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah yang menganut prinsip bahwa: jika satu penduduk negeri melihat hilal, maka penduduk seluruh negeri berpuasa (dalam arti luas telah memasuki bulan Hijriyah yang baru) meski yang lain mungkin belum melihatnya. Prinsip ini antara lain dipakai oleh Hizbut Tahrir Indonesia. [2].

Perbedaan Kriteria

Metode penentuan kriteria penentuan awal Bulan Kalender Hijriyah yang berbeda seringkali menyebabkan perbedaan penentuan awal bulan, yang berakibat adanya perbedaan hari melaksanakan ibadah seperti puasa Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri.

Di Indonesia, perbedaan tersebut pernah terjadi beberapa kali. Pada tahun 1992 (1412 H), ada yang berhari raya Jumat (3 April) mengikuti Arab Saudi, yang Sabtu (4 April) sesuai hasil rukyat NU, dan ada pula yang Minggu (5 April) mendasarkan pada Imkanur Rukyat. Penetapan awal Syawal juga pernah mengalami perbedaan pendapat pada tahun 1993 dan 1994.Pada tahun 2011 juga terjadi perbedaan yang menarik. Dalam kalender resmi Indonesia sudah tercetak bahwa awal Syawal adalah 30 Agustus 2011. Tetapi sidang isbat memutuskan awal Syawal berubah menjadi 31 Agustus 2011. Sementara itu, Muhammadiyah tetap pada pendirian semula awal Syawal jatuh pada 30 Agustus 2011. Hal yang sama terjadi pada tahun 2012, dimana awal bulan Ramadhan ditetapkan Muhammadiyah tanggal 20 Juli 2012, sedangkan sidang isbat menentukan awal bulan Ramadhan jatuh pada tanggal 21 Juli 2012. Namun, Pemerintah Indonesia mengkampanyekan bahwa perbedaan tersebut hendaknya tidak dijadikan persoalan, tergantung pada keyakinan dan kemantapan masing-masing, serta mengedepankan toleransi terhadap suatu perbedaan.

Posted in Catatan Ku, Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan Geologi, Pelajaran Agama Islam | Leave a comment

Agenda Zakir Naik Visit Indonesia 2017


Agenda Zakir Naik Selama di indonesa 2017

Agenda ini dapat berubah sewaktu waktu sesuai hasil koordinasi Panitia dengan pihak terkait.

Jadwal Agenda Zakir Naik Visit Indonesia 2017

Posted in Catatan Ku | Leave a comment