Penulisan Bilyet Giro berlaku Mulai April 2017


Masih Bingung bagai mana Penulisan Bilyet Giro berlaku Mulai April 2017

Peraturan Bilyet Giro 2017 1

Peraturan Bilyet Giro 2017

Panduan penulisan Bilyet Giro dan tanya jawab Lengkap berdasarkan :

Peraturan Bank Indonesia No. 18/41/PBI tentang Bilyet Giro & Surat Edaran Bank Indonesia No. 18/32/DPSP tanggal 29 November 2016 perihal Bilyet Giro bisa di download di sini :

Bilyet Giro 1 (2)(1)

Bilyet Giro 2

4 FAQ Ketentuan Bilyet Giro

Semoga tulisan ini bisa membantu sahabat semua.

 

Dipublikasi di Catatan Ku | Meninggalkan komentar

Cara Penulisan Bilyet Giro 2017


Masih Bingung dengan penulisan Bilyet Giro sesuai Peraturan Bank Indonesia No. 18/41/PBI tentang Bilyet Giro dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 18/32/DPSP tanggal 29 November 2016 perihal Bilyet Giro

Peraturan ini Berlaku 1 April 2017

Dipublikasi di Catatan Ku | Meninggalkan komentar

Hisab dan Rukyat


Hisab dan rukyat

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.

Perlu diketahui bahwa dalam kalender Hijriyah, sebuah hari diawali sejak terbenamnya matahari waktu setempat, bukan saat tengah malam. Sementara penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan (visibilitas) bulan. Karena itu, satu bulan kalender Hijriyah dapat berumur 29 atau 30 hari.

Hisab

‘Hisab secara harfiah ‘perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah. Hal ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat muslim mulai berpuasa, awal Syawal (Idul Fithri), serta awal Dzulhijjah saat jamaah haji wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Dalam Al-Qur’an surat Yunus (10) ayat 5 dikatakan bahwa Allah memang sengaja menjadikan Matahari dan bulan sebagai alat menghitung tahun dan perhitungan lainnya. Juga dalam Surat Ar-Rahman (55) ayat 5 disebutkan bahwa Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.

Karena ibadah-ibadah dalam Islam terkait langsung dengan posisi benda-benda langit (khususnya Matahari dan bulan) maka sejak awal peradaban Islam menaruh perhatian besar terhadap astronomi. Astronom muslim ternama yang telah mengembangkan metode hisab modern adalah Al Biruni (9731048 M), Ibnu Tariq, Al Khawarizmi, Al Batani, dan Habash.

Dewasa ini, metode hisab telah menggunakan komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Berbagai perangkat lunak (software) yang praktis juga telah ada. Hisab seringkali digunakan sebelum rukyat dilakukan. Salah satu hasil hisab adalah penentuan kapan ijtimak terjadi, yaitu saat Matahari, bulan, dan bumi berada dalam posisi sebidang atau disebut pula konjungsi geosentris. Konjungsi geosentris terjadi pada saat matahari dan bulan berada di posisi bujur langit yang sama jika diamati dari bumi. Ijtimak terjadi 29,531 hari sekali, atau disebut pula satu periode sinodik.

Rukyat

Salah satu contoh hasil pengamatan kedudukan hilal

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah terjadinya ijtimak. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.

Aktivitas rukyat dilakukan pada saat menjelang terbenamnya Matahari pertama kali setelah ijtimak (pada waktu ini, posisi Bulan berada di ufuk barat, dan Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari). Apabila hilal terlihat, maka pada petang (Maghrib) waktu setempat telah memasuki tanggal 1.

Namun, tidak selamanya hilal dapat terlihat. Jika selang waktu antara ijtimak dengan terbenamnya Matahari terlalu pendek, maka secara ilmiah/teori hilal mustahil terlihat, karena iluminasi cahaya Bulan masih terlalu suram dibandingkan dengan “cahaya langit” sekitarnya. Kriteria Danjon (1932, 1936) menyebutkan bahwa hilal dapat terlihat tanpa alat bantu jika minimal jarak sudut (arc of light) antara Bulan-Matahari sebesar 7 derajat. [1]

Dewasa ini rukyat juga dilakukan dengan menggunakan peralatan canggih seperti teleskop yang dilengkapi CCD Imaging. namun tentunya perlu dilihat lagi bagaimana penerapan kedua ilmu tersebut

Kriteria Penentuan Awal Bulan Kalender Hijriyah

Penentuan awal bulan menjadi sangat signifikan untuk bulan-bulan yang berkaitan dengan ibadah dalam agama Islam, seperti bulan Ramadhan (yakni umat Islam menjalankan puasa ramadan sebulan penuh), Syawal (yakni umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri), serta Dzulhijjah (dimana terdapat tanggal yang berkaitan dengan ibadah Haji dan Hari Raya Idul Adha).

Sebagian umat Islam berpendapat bahwa untuk menentukan awal bulan, adalah harus dengan benar-benar melakukan pengamatan hilal secara langsung. Sebagian yang lain berpendapat bahwa penentuan awal bulan cukup dengan melakukan hisab (perhitungan matematis/astronomis), tanpa harus benar-benar mengamati hilal. Keduanya mengklaim memiliki dasar yang kuat.

Berikut adalah beberapa kriteria yang digunakan sebagai penentuan awal bulan pada Kalender Hijriyah, khususnya di Indonesia:

Rukyatul Hilal

Rukyatul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan merukyat (mengamati) hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

Kriteria ini berpegangan pada Hadits Nabi Muhammad:

Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal) menjadi 30 hari”.

Kriteria ini di Indonesia digunakan oleh Nahdlatul Ulama (NU), dengan dalih mencontoh sunnah Rasulullah dan para sahabatnya dan mengikut ijtihad para ulama empat mazhab. Bagaimanapun, hisab tetap digunakan, meskipun hanya sebagai alat bantu dan bukan sebagai penentu masuknya awal bulan Hijriyah.

Wujudul Hilal

Wujudul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan menggunakan dua prinsip: Ijtimak (konjungsi) telah terjadi sebelum Matahari terbenam (ijtima’ qablal ghurub), dan Bulan terbenam setelah Matahari terbenam (moonset after sunset); maka pada petang hari tersebut dinyatakan sebagai awal bulan (kalender) Hijriyah, tanpa melihat berapapun sudut ketinggian (altitude) Bulan saat Matahari terbenam.

Kriteria ini di Indonesia digunakan oleh Muhammadiyah dan Persis dalam penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha untuk tahun-tahun yang akan datang. Akan tetapi mulai tahun 2000 PERSIS sudah tidak menggunakan kriteria wujudul-hilal lagi, tetapi menggunakan metode Imkanur-rukyat. Hisab Wujudul Hilal bukan untuk menentukan atau memperkirakan hilal mungkin dilihat atau tidak. Tetapi Hisab Wujudul Hilal dapat dijadikan dasar penetapan awal bulan Hijriyah sekaligus bulan (kalender) baru sudah masuk atau belum, dasar yang digunakan adalah perintah Al-Qur’an pada QS. Yunus: 5, QS. Al Isra’: 12, QS. Al An-am: 96, dan QS. Ar Rahman: 5, serta penafsiran astronomis atas QS. Yasin: 36-40.

Imkanur Rukyat MABIMS

Imkanur Rukyat adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah yang ditetapkan berdasarkan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), dan dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan Hijriyah pada Kalender Resmi Pemerintah, dengan prinsip:

Awal bulan (kalender) Hijriyah terjadi jika:

  • Pada saat Matahari terbenam, ketinggian (altitude) Bulan di atas cakrawala minimum 2°, dan sudut elongasi (jarak lengkung) Bulan-Matahari minimum 3°, atau
  • Pada saat bulan terbenam, usia Bulan minimum 8 jam, dihitung sejak ijtimak.

Secara bahasa, Imkanur Rukyat adalah mempertimbangkan kemungkinan terlihatnya hilal. Secara praktis, Imkanur Rukyat dimaksudkan untuk menjembatani metode rukyat dan metode hisab.Terdapat 3 kemungkinan kondisi.

  • Ketinggian hilal kurang dari 0 derajat. Dipastikan hilal tidak dapat dilihat sehingga malam itu belum masuk bulan baru. Metode rukyat dan hisab sepakat dalam kondisi ini.
  • Ketinggian hilal lebih dari 2 derajat. Kemungkinan besar hilal dapat dilihat pada ketinggian ini. Pelaksanaan rukyat kemungkinan besar akan mengkonfirmasi terlihatnya hilal. Sehingga awal bulan baru telah masuk malam itu. Metode rukyat dan hisab sepakat dalam kondisi ini.
  • Ketinggian hilal antara 0 sampai 2 derajat. Kemungkinan besar hilal tidak dapat dilihat secara rukyat. Tetapi secara metode hisab hilal sudah di atas cakrawala. Jika ternyata hilal berhasil dilihat ketika rukyat maka awal bulan telah masuk malam itu. Metode rukyat dan hisab sepakat dalam kondisi ini. Tetapi jika rukyat tidak berhasil melihat hilal maka metode rukyat menggenapkan bulan menjadi 30 hari sehingga malam itu belum masuk awal bulan baru. Dalam kondisi ini rukyat dan hisab mengambil kesimpulan yang berbeda.

Meski demikian ada juga yang berpikir bahwa pada ketinggian kurang dari 2 derajat hilal tidak mungkin dapat dilihat. Sehingga dipastikan ada perbedaan penetapan awal bulan pada kondisi ini.Hal ini terjadi pada penetapan 1 Syawal 1432 H / 2011 M.

Di Indonesia, secara tradisi pada petang hari pertama sejak terjadinya ijtimak (yakni setiap tanggal 29 pada bulan berjalan), Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Hisab Rukyat (BHR) melakukan kegiatan rukyat (pengamatan visibilitas hilal), dan dilanjutkan dengan Sidang Itsbat, yang memutuskan apakah pada malam tersebut telah memasuki bulan (kalender) baru, atau menggenapkan bulan berjalan menjadi 30 hari. Prinsip Imkanur-Rukyat digunakan antara lain oleh Persis

Di samping metode Imkanur Rukyat di atas, juga terdapat kriteria lainnya yang serupa, dengan besaran sudut/angka minimum yang berbeda.

Rukyat Global

Rukyat Global adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah yang menganut prinsip bahwa: jika satu penduduk negeri melihat hilal, maka penduduk seluruh negeri berpuasa (dalam arti luas telah memasuki bulan Hijriyah yang baru) meski yang lain mungkin belum melihatnya. Prinsip ini antara lain dipakai oleh Hizbut Tahrir Indonesia. [2].

Perbedaan Kriteria

Metode penentuan kriteria penentuan awal Bulan Kalender Hijriyah yang berbeda seringkali menyebabkan perbedaan penentuan awal bulan, yang berakibat adanya perbedaan hari melaksanakan ibadah seperti puasa Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri.

Di Indonesia, perbedaan tersebut pernah terjadi beberapa kali. Pada tahun 1992 (1412 H), ada yang berhari raya Jumat (3 April) mengikuti Arab Saudi, yang Sabtu (4 April) sesuai hasil rukyat NU, dan ada pula yang Minggu (5 April) mendasarkan pada Imkanur Rukyat. Penetapan awal Syawal juga pernah mengalami perbedaan pendapat pada tahun 1993 dan 1994.Pada tahun 2011 juga terjadi perbedaan yang menarik. Dalam kalender resmi Indonesia sudah tercetak bahwa awal Syawal adalah 30 Agustus 2011. Tetapi sidang isbat memutuskan awal Syawal berubah menjadi 31 Agustus 2011. Sementara itu, Muhammadiyah tetap pada pendirian semula awal Syawal jatuh pada 30 Agustus 2011. Hal yang sama terjadi pada tahun 2012, dimana awal bulan Ramadhan ditetapkan Muhammadiyah tanggal 20 Juli 2012, sedangkan sidang isbat menentukan awal bulan Ramadhan jatuh pada tanggal 21 Juli 2012. Namun, Pemerintah Indonesia mengkampanyekan bahwa perbedaan tersebut hendaknya tidak dijadikan persoalan, tergantung pada keyakinan dan kemantapan masing-masing, serta mengedepankan toleransi terhadap suatu perbedaan.

Dipublikasi di Catatan Ku, Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan Geologi, Pelajaran Agama Islam | Meninggalkan komentar

Agenda Zakir Naik Visit Indonesia 2017


Agenda Zakir Naik Selama di indonesa 2017

Agenda ini dapat berubah sewaktu waktu sesuai hasil koordinasi Panitia dengan pihak terkait.

Jadwal Agenda Zakir Naik Visit Indonesia 2017

Dipublikasi di Catatan Ku | Meninggalkan komentar

Cara Setting Server dan Client Untuk Aplikasi e-Faktur


Cara Setting Server dan Client Untuk Aplikasi e-Faktur

Oleh Rito Kurniawan

Jalankan E-Faktur Ver.46

Yang perlu diperhatikan terhadap konfigurasi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Hanya PC sebagai server dan dengan user Administrator yang dapat melakukan upload faktur dan/atau membuat faktur.
  • Seluruh PC Client hanya dapat melakukan perekaman dalam aplikasi faktur pajak elektronik, sedangkan approval atau upload faktur dan/atau pembuatan faktur elektronik (file pdf) hanya dapat dilakukan di PC Server dengan user Administrator.

KONFIGURASI SERVER ( PAK AGUS )

  1. Jalankan Aplikasi EtaxInvoice.exe

E Faktur 1

Akan Muncul Seperti di Bawah ini

  • E-Faktur Ver.46 Klik Kanan Oke
  • Efaktur Win 32 /Win 64 Ver.46 Klik Kanan Oke
  • Efaktur Windows 32 /windows Ver. 46 Klik Kanan Oke
  • EtaxInvoice Klik Kanan Oke

E Faktur 4

  1. Lakukan Koneksi ke database dengan memilih Lokal database

E Faktur 5      3. Login Etax Invoice sebagai User Administrator

E Faktur 6

Isilah Kolom yang tersedia :

Misalkan :

Nama User  : Administrator

Password     : 123456

E Faktur 7.1

4. Buka Menu File Administrasi DB, Akan Tampil Form Administrasi Database

E Faktur 12.1

 

  1. Klik tombol Start Database sebagai Server, akan tampil form Konfigurasi Network Server

E Faktur 13

Klik E Tax Invoice (Default)

  1. Isikan alamat IP Address atau Hostname PC Server

Catat HOST / IP YANG D Lingkari Hijau : 192.168.1.136 (No. IP Bisa Berubah tergantung siapa yang nyalakan komputer duluan)

  1. Isian Port secara default terisi 1527 (biarkan tanpa diubah)
  2. Klik tombol OK, akan tampil konfirmasi untuk melakukan update aplikasi

 

  1. Klik tombol Yes untuk melanjutkan proses Start Database sebagai Server
  2. Setelah update aplikasi selesai, pastikan memberi tanda √ di semua checkbox pada form Windows Security Alert yang muncul (proses ini merupakan izin aplikasi untuk dapat melalui firewall yang terpasang di Windows Anda).  Kemudian klik tombol Allow Access
  3. Konfigurasi database sebagai server berhasil dilakukan

 

 E Faktur 14

 

 

 

 

 

 

 

KONFIGURASI CLIENT (Rito)

  1. Jalankan Aplikasi EtaxInvoice.exe

 

 

Akan Muncul Seperti di Bawah ini

  • E-Faktur Ver.46 Clien Klik Kanan Oke
  • Efaktur Win 32 Ver.46 Klik Kanan Oke
  • Efaktur Windows 32 Ver. 46 Klik Kanan Oke
  • EtaxInvoice Klik Kanan Oke
  1. Lakukan Koneksi ke database dengan memilih Network database Klik Connect

 

 

  • Isikan Hostname/IP Server Database : 192.168.1.135
  • Kolom isian Port secara default 1527 (biarkan tanpa diubah)
  • Kolom isian Nama Database secara default terisi ETaxInvoice. Ganti nama database apabila Database Server yang dipakai berbeda.
  • Klik tombol Connect, akan tampil konfirmasi untuk melakukan update aplikasi (sampai Selesai )

 

  1. Lakukan Login EtaxInvoice sebagai Clien (Rito)

Nama User  : Rito

Password     : sml2

 

  1. Aplikasi client berhasil terkoneksi dengan Database Server

Hasilnya Akan Seperti ini.

Siap digunakan untuk Buat E Faktur

 

 

 

~ Selamat Mencoba ~

 

 

 

Dipublikasi di Catatan Ku | Meninggalkan komentar

Cara Menjalankan Aplikasi e-Faktur 2017 Windows 32 Ver. 46 / Windows 64 Ver.46 Untuk Server User Admin


Cara Setting Server User Admin Untuk Aplikasi e-Faktur 2017

Oleh Rito Kurniawan

Jalankan E-Faktur Ver.46

Yang perlu diperhatikan terhadap konfigurasi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Hanya PC sebagai server dan dengan user Administrator yang dapat melakukan upload faktur dan/atau membuat faktur.
  • Seluruh PC Client hanya dapat melakukan perekaman dalam aplikasi faktur pajak elektronik, sedangkan approval atau upload faktur dan/atau pembuatan faktur elektronik (file pdf) hanya dapat dilakukan di PC Server dengan user Administrator.

KONFIGURASI SERVER UTAMA (User Administrator)

  1. Jalankan Aplikasi EtaxInvoice.exe

 

 

Akan Muncul Seperti di Bawah ini

  • E-Faktur Ver.46 bit / E. Faktur Ver 64 bit Klik Kanan Oke

E Faktur 2.1

  • Efaktur Windows 32 bit Ver.46 bit / E. Faktur Windows 64 bit Ver 46. Klik Kanan Oke
  • EtaxInvoice Klik Kanan Oke

E Faktur 4

  1. Lakukan Koneksi ke database dengan memilih Lokal database

E Faktur 5

  1. Login Etax Invoice sebagai User Administrator

Nama User  : Administrator (Isi Sesuai Pendaftaran di kpp)

Password     : xxx

E Faktur 6

 

4. Selesai Membuka User Administrator E Faktur Windows 32 bit Ver.46 bit / E Faktur Windows 64 bit Ver 46.Selamat Mencoba

E Faktur 7.1

Dipublikasi di Catatan Ku | Meninggalkan komentar

Cara Menampilkan Super Hidden akibat virus melalui CMD


Beberapa saat yang lalu ada seorang teman saya yang mengatakan kalo semua file yang ada di dalam memory card/flashdisk-nya hilang alias terhapus ketika dia mencoba untuk membukanya lewat PC. tetapi ketika memory card-nya dimasukan kedalam kamera ternyata file² tersebut masih ada, dan ketika dicoba untuk mengecek lewat properties pada PC ternyata free space yang ada tinggal sedikit. Dengan kata lain berarti file tersebut sebenarnya ada tapi tidak nampak oleh kasat mata. dalam kondisi default Windows akan menyembunyikan file yang dianggap cukup vital terhadap sistem, untuk melihat file² yang tidak terlihat biasanya kita akan membukanya lewat Folder Options yang berada di Control Panel ataupun melalui explorer yaitu Tools»Folder Options»View»Show hidden files and folders.

Ternyata tetap tidak nampak, kemudian kita coba lagi dengan mencoba untuk membuka super hidden tetap melalui Folder Options, tetapi ada penambahan ketika sudah berada pada kotak dialog View, hilangkan tanda contreng hide protected operating system files (Recommended) dan pilih Yes.

jika memang kondisi PC bersih dari sebuah virus maka file² tersebut pasti akan nampak, jika tidak nampak, akan ada beberapa kemungkinan:

  1. PC Anda masih ada virusnya, tapi tidak terdeteksi
  2. PC Anda sudah tidak ada virus, tetapi banyak file² OS Anda yang sudah corrupt karena proses anti virus yang men-delete/quarantine karena file tersebut telah terjangkit virus salah satunya fitur Folder Options
  3. PC Anda bersih dari virus tetapi ketika proses pemasangan MMC/flashdisk ke PC ternyata pada media tersebut ada sebuah virus sehingga terjangkitlah PC Anda
  4. PC dan MMC/FD Anda bersih dari virus tetapi MMC/FD tersebut telah melalui proses scan dari antivirus, sehingga kemungkinan files tersebut telah hilang karena proses scan anti virus atau hanya disembunyikan akibat ulah dari virus tersebut yang telah ter-delete oleh suatu anti virus pada proses scaning sebelumnya

masih banyak lagi kemungkinan yang ada tergantung bagaimana kita mencoba untuk mengatasinya. untuk melihat file² tersebut sebenarnya ada beberapa software yang bisa diandalkan dalam urusan seperti ini. WinRAR dan ACDSee merupakan salah satu dari sekian banyak tools yang bisa kita manfaatkan, tetapi tujuan kita yang utama pastinya ingin agar file tersebut tampak kembali normal seperti sedia kala.
untuk melakukan hal tersebut sebernarnya kita dapat menggunakan program bawaan Windows yaitu Command Prompt (cmd) dengan menggunakan sedikit script yang tidak terlalu sulit untuk dipelajari jika kita ada kemauan.

  • buka cmd melalui run (Winlogo+R) ketik cmd atau Start»AllPrograms»Accessoris»Command Prompt

  • Setelah itu, pilih drive yang file²nya telah ter-superhidden, misalkan ada pada drive F, ketik f: kemudian enter

  • kemudian ketik attrib -s -h -r *.* /s /d dan tunggu untuk beberapa saat (kursor kedap-kedip) hingga muncul drive F kembali

  • kemudian coba Anda buka drive atau folder yang file² nya tidak nampak kemudian refresh
  • ajaib file² yang ter-superhidden telah kembali seperti semula
  • selamat Anda layak dapat bintang…hehehee

keterangan:
attrib = sebuah command untuk merubah attribut suatu file atau folder
-s = untuk menghilangkan attribut System
-h = untuk menghilangkan attribut Hidden
-r = untuk menghilangkan attribut Read-Only
*.*= untuk menampilkan seluruh folder, jika ingin menampilkan jenis file yang word saja tinggal ketik *.doc*, dan tinggal mengganti extension file nya saja untuk yang lainnya
/s = proses menyesuaikan file yang berada pada folder dan sub folder
/d = proses folder agar berjalan dengan baik

Catatan:

  • untuk melakukan hidden tanpa melalui Folder Options, tinggal merubah tanda (-) menjadi tanda (+)
  • jika Anda lakukan hal ini pada hardisk dan MMC/FD yang terdapat file Word di dalamnya Anda jangan kaget ketika melihat ada file Word dengan nama yang aneh dengan karakter seperti: ~ $ beserta nama file Word Anda, ini bukan lah virus tetapi file temporary word Anda
  • ketika Anda lakukan hal ini pada salah satu drive hardisk Anda jangan heran ketika ada satu folder yang tak bisa ditampilkan yaitu System Volume Information karena folder ini memang tidak bisa untuk di unhide
Dipublikasi di Catatan Ku | Meninggalkan komentar